Gio dulu adalah anak yang sehat dan ceria. Namun, ketika usianya baru menginjak dua tahun, kehidupannya berubah drastis. Demam tinggi yang dialaminya membuat kondisi Gio semakin memburuk, terlebih karena keterbatasan biaya pengobatan. Sejak saat itu, Gio hanya bisa terbaring lemah, bahkan kejang-kejang yang dialaminya bisa terjadi tiga hingga empat kali setiap hari.
Di usianya yang telah mencapai 80 tahun, Mbah Fatimah satu-satunya yang merawat Gio berjuang keras dengan segala keterbatasan. Sehari-hari ia bekerja sebagai tukang urut keliling untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua. Meski penghasilan yang diperoleh sangat minim, Mbah Fatimah tetap ikhlas mengasuh cucunya. Namun, di balik keikhlasannya, terbesit rasa khawatir: “Jika Nenek wafat nanti, siapa yang akan merawat Gio?”
Kini, Lazismu Kalimantan Barat hadir memberikan perhatian khusus kepada Gio. Fokus utama bantuan saat ini adalah memperbaiki kondisi gizinya. Setiap minggu, seorang dokter gizi melakukan pemeriksaan rutin agar kebutuhan nutrisi Gio terpenuhi dan kondisinya berangsur membaik. Harapan sederhana Mbah Fatimah melihat cucunya sehat seperti anak-anak lain nsemoga dapat terwujud dengan doa dan dukungan kita semua.
