Sungai Kakap, Kubu Raya — Pelatihan yang diselenggarakan Bank Indonesia untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari kembali berlanjut pada Rabu, 19 November 2025. Memasuki hari ketiga, peserta diarahkan untuk mendalami materi tentang pembuatan laporan kegiatan kelompok, sebagai bagian penting dari penguatan kapasitas dan tata kelola organisasi.
Dalam sesi ini, pemateri dari Lazismu Kalimantan Barat, Suhartini Sastro Diono, menegaskan bahwa laporan kegiatan merupakan dokumen vital yang mencerminkan perjalanan, pertanggungjawaban, serta transparansi sebuah kelompok. Pelaporan yang baik, menurut Suhartini, tidak hanya memudahkan evaluasi internal, tetapi juga meningkatkan kepercayaan mitra dan lembaga pendukung terhadap kinerja kelompok.
Para anggota KWT Mekar Sari kemudian dilatih untuk menyusun laporan kegiatan secara sistematis, mulai dari perencanaan kegiatan, pelaksanaan, pencatatan hasil, dokumentasi, hingga penyusunan rekomendasi tindak lanjut. Setiap peserta diminta membuat contoh laporan berdasarkan aktivitas kelompok maupun inisiatif kegiatan yang pernah mereka jalankan, sehingga latihan dapat langsung diaplikasikan.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif. Peserta berdiskusi mengenai format laporan yang tepat, cara menyajikan data kegiatan, serta pentingnya dokumentasi yang tertib agar kegiatan yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
Pelatihan hari ketiga ini menjadi lanjutan penting dari materi sebelumnya tentang perencanaan keuangan dan pengembangan usaha. Dengan kemampuan menyusun laporan yang baik, KWT Mekar Sari diharapkan mampu memperkuat profesionalisme kelompok, meningkatkan akuntabilitas, serta memperluas peluang kemitraan di masa mendatang.
