Awal tahun 2025 menjadi momen bersejarah bagi SMP Muhammadiyah 3 Pontianak. Selama bertahun-tahun, sekolah ini harus berbagi gedung dengan SD Muhammadiyah 3. Keterbatasan ruang belajar membuat kegiatan belajar-mengajar harus diatur dengan jadwal yang rumit. Namun, di balik keterbatasan itu, semangat para guru, siswa, dan wali murid tak pernah padam. Mereka percaya bahwa pendidikan yang baik tidak selalu bergantung pada kemewahan fasilitas, melainkan pada tekad untuk terus maju.
Kesempatan baru datang ketika pengurus sekolah memutuskan untuk memberanikan diri menempati gedung SMK Muhammadiyah 1 yang sudah lama tidak digunakan. Gedung tersebut ibarat rumah tua yang menunggu sentuhan kasih sayang—temboknya kusam, atapnya bocor di beberapa bagian, dan jendelanya sudah mulai lapuk. Meski begitu, di mata para guru dan siswa, bangunan ini adalah simbol harapan baru. Dengan dana terbatas, mereka mulai merenovasi seadanya. Beberapa orang tua murid bahkan ikut membantu, ada yang menyediakan kucing, ada yang tidak menyediakan tenaga, dan ada pula yang sekadar menyemangati.
Di tengah proses itu, kabar gembira datang. Lazismu Kalimantan Barat melalui program Save Our School menyalurkan bantuan untuk meringankan beban rekonstruksi. Bantuan ini menjadi titik balik yang sangat berarti. Dengan dana tersebut, sekolah bisa memperbaiki tiga ruang kelas agar layak digunakan, merenovasi satu ruang guru agar lebih nyaman untuk merencanakan pembelajaran, serta menambah beberapa fasilitas pendukung yang sebelumnya tidak ada. Bagi SMP Muhammadiyah 3 Pontianak, bantuan ini bukan hanya soal uang, tetapi juga tentang dukungan moral—sebuah pesan bahwa mereka tidak berjuang sendirian.
Perlahan namun pasti, gedung yang tadinya sepi mulai dipenuhi suara tawa siswa. Dinding kelas yang dulunya lusuh kini berwarna cerah, meja dan kursi yang sebelumnya rusak sudah diganti, dan ruang guru yang sederhana kini menjadi pusat koordinasi penuh semangat. Para guru mengajar dengan wajah berseri, melihat anak-anak datang setiap pagi dengan mata berbinar. Orang tua pun bangga, karena anak-anak mereka kini memiliki lingkungan belajar yang lebih baik.
Kisah SMP Muhammadiyah 3 Pontianak adalah gambaran nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang penuh keyakinan. Dengan dukungan Lazismu dan program Save Our School , sekolah ini tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga membangun harapan baru bagi masa depan generasi muda di Pontianak. Dan yang terpenting, kisah ini menjadi inspirasi bahwa pendidikan sejati tumbuh dari kebersamaan, ketulusan, dan keyakinan bahwa setiap anak berhak mendapatkan ruang belajar yang layak dan penuh cinta.



